Metrotvnews.com, Pulau Pinang: Proses pemungutan suara pemilu Malaysia berlangsung aman dan tertib, termasuk di sejumlah kawasan yang dikategorikan rawan konflik. Tak ada huru-hara ataupun ketegangan. Demikian pantauan reporter Metro TV Aswandi Asan di Pulau Pinang, Malaysia, Sabtu (8/3).
Lebih dari 10 juta warga Malaysia menggunakan hak politik mereka dalam Pilihan Raya atau pemilu ke-12 di negeri itu. Warga mulai mencoblos sekitar pukul 08.00 dan akan ditutup jam 17.00 waktu setempat. Pemilu akan memilih 222 kursi parlemen dan 505 kursi Dewan Undangan Negeri atau layaknya DPRD di Indonesia.
Dijadwalkan sekitar pukul 19.00 waktu Malaysia pemenang pemilu sudah bisa diumumkan. Sementara susunan pemerintahan baru Malaysia akan diumumkan 4 jam setelah pemenang pemilu diumumkan atau sekitar pukul 23.00.
Meski tampak aman, puluhan ribu polisi dan pasukan bersenjata tetap dikerahkan untuk menjaga tempat pemungutan suara. Penjagaan bahkan sudah dilakukan sejak Senin, 3 Maret silam.(***)
Diposting oleh
I Love Indonesia
di
05.02
Metrotvnews.com, Jakarta: Malaysia memulai pemungutan suara pemilihan umum, Sabtu (8/3) pukul 08.00 atau pukul 07.00 WIB. Masyarakat setempat antusias mengikuti pemilu ini. Bahkan, mereka telah mengantre di tempat pemungutan suara (TPS) sebelum pemilihan dimulai. Hal itu terlihat di salah satu TPS di Sekolah Kebangsaan, Tri Pennanti, Permatang Pauh, Kota Penang.
Penang menjadi pusat perhatian pada pemilu kali ini. Kota ini adalah tempat kelahiran Perdana Menteri (PM) Malaysia Abdullah Ahmad Badawi dan mantan PM Anwar Ibrahim yang bersaing dalam pemilu ini. Badawi lahir di kawasan Kepala Batas. Sedangkan Anwar lahir di kawasan Permatang Pauh. Untuk memenangkan pemilu, Badawi telah ada di Penang sejak empat hari silam. Tadi malam, ia masih berceramah di Kepala Batas. Begitu pula Anwar masih berkampanye di Permatang Pauh.
Meski tak ada masa tenang memasuki masa pemungutan suara, kampanye di Malaysia cukup rapi. Tak ada pula badan pengawas pemilu khusus seperti Pantia Pengawas Pemilu di Indonesia. Sementara badan independen pengawas pemilu yang sempat ada telah mengundurkan diri karena usulan penggunaan tinta permanen ditolak.
Sementara itu, pengamanan selama pemilu diperketat. Sebanyak 66 ribu personel diterjunkan untuk mengamankan pemilu. Titik fokus pengamanan yakni di negara bagian di semanjung kawasan pantai timur seperti di Kelantan, Pahang dan Trengganu. Tensi politik di kawasan tersebut dinilai cukup tinggi.(BEY)
Diposting oleh
I Love Indonesia
di
05.02
Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Rakyat Malaysia pagi ini akan melangsungkan Ppemilihan Umum Parlemen. Pemilu Malaysia kali ini diikuti dua kubu, yakni Abdullah Badawi dan lawannya Datu Sri Anwar Ibrahim. Reporter Metro TV Aswandi As`an melaporkan, keduanya kini berada di Penang, negara bagian Malaysia. Anwar Ibrahim berada di Pramatang Pau, pinggiran Penang. Sedangkan Abdullah Badawi berada di Kepala Batas.
Pemilu Parlemen Malaysia akan dimulai pukul 08.00 waktu malaysia atau pukul 07.00 WIB. Pemilihan akan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB. Dan penghitungan surat suara diperkirakan bisa selesai pada pukul 22.00 WIB.
Proses pemilu di Malaysia sebenarnya tidak terlalu rumit dibanding pelaksanaan pemilu di Indonesia. Ini tak lepas dari jumlah pemilih yang hanya sekitar 10,9 juta dari 26 juta penduduk Malaysia. Dari 10,9 juta itu terdapat sekitar 200 ribu lebih pemilih undi pos, yakni polisi dan tentara serta warga Malaysia yang tidak berada di kawasan Negeri Jiran.
Para pemilih undi pos Mereka akan memberikan hak suaranya melalaui pos. Hal inilah yang dikhawatirkan terjadi kecurangan. Apalagi, tim pemantau pemilu di Malaysia ini sangat minim.
Malaysia menganut sistem multipartai. Hampir seluruh partai di negeri ini dibentuk berdasarkan nama etnis. Suruhan Jaya Pilihan Raya atau Badan Pemilu Malaysia mencatat 27 partai yang akan bertarung dalam pemilu. Meski demikian, tidak semua partai ikut dalam pemilu saat ini. Tercatat hanya 17 partai dipastikan ikut pemilu.
Dari jumlah itu, 14 di antaranya bergabung dalam Partai Barisan Nasional sebagai partai yang berkuasa. Partainya Abdullah Badawi. Sedangkan tiga partai lainnya memilih menjadi partai oposisi. Tahun 2004 lalu Barisan Nasional merebut 92 persen suara. Tahun ini diperkirakan perolehan suara akan menurun dengan munculnya mantan Wakil Perdana Menteri Anwar ibrahim yang bergabung dalam partai oposisi.(DEN)
Diposting oleh
I Love Indonesia
di
05.02
Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Jalan-jalan ke Malaysia, kawasan Chow Kit di Kuala Lumpur adalah daerah yang patut dikunjungi. Betapa tidak. Di kawasan ini, Anda akan merasakan kehangatan dan suasana Indonesia banget. Boleh disebut Chow Kit ibu kota Indonesia di Malaysia.
Chow Kit dikenal sebagai tempat berkumpulnya para tenaga kerja Indonesia dari seluruh penjuru Malaysia. Mereka menikmati suasana yang benar-benar Indonesia. Diperkirakan sekitar 5.000-an pendatang asal Indonesia tinggal di Chow Kit yang luasnya hanya sekitar 50 hektare. Mereka ada yang bekerja atau bahkan membuka usaha legal maupun ilegal.
Maria, pedatang dari Bengkulu, misalnya. Meski tidak memiliki izin berdagang, dia tetap berjualan "steamboat". Maria mengaku beberapa kali ditangkap. Tapi, ia bisa lepas lagi karena ada orang dalam. Pengadu nasib lainnya adalah Yayat Hidayat, tukang sol sepatu asal Garut, Jawa Barat.
Kawasan ini menjadi tempat berkumpulnya para TKI dari seluruh penjuru Kuala Lumpur pada hari libur Sabtu dan Ahad. Saat ramai, sekitar 30 ribu TKI berkumpul di kawasan ini. Chow Kit mudah dijangkau karena kawasan ini dilalui bus dan monorail.
Suasana di kawasan Chow Kit memang sangat Indonesia. Di sana ada VCD lagu dangdut khas pesta kawinan kampung. Ada juga jamu dan obat-obat tradisional Jawa. Sejumlah restoran menyajikan berbagai menu khas Indonesia.
Sejarah kawasan ini bermula dari Kampung Baru, sebuah kampung kecil yang berhimpitan dengan Chow Kit. Kampung itu sudah lama dihuni orang Bugis, Minang dan Jawa, jauh sebelum Malaysia yang dijajah Inggris memproklamasikan kemerdekaannya pada 31 Agustus 1957.
Warga Indonesia mulai ramai menghuni kawasan ini sejak Malaysia menerapkan kebijakan ekonomi baru pada 1971. Mereka dipermudah masuk untuk mengisi lowongan kerja. Tapi, kini, pasukan Sukarelawan Malaysia (Rela) hampir setiap hari memburu orang Indonesia di kawasan ini. Dalihnya mereka mencari para pendatang haram.
Chow Kit bagaikan ibu kota Indonesia di Malaysia. Kehidupan di sini bagai tak pernah lelap. Tempat dimana warga Indonesia meluangkan waktu untuk berkumpul bersama teman-teman se-Tanah Air. Ini fakta, ini nyata yang ada di sekitar kita.(DEN)
Diposting oleh
I Love Indonesia
di
05.01
Metrotvnews.com, Bangkayang: Juntin, pengusaha asal Bengkayang, Kalimantan Barat, melaporkan penculikan istrinya, Nio Midin kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Perwakilan Kalbar, Rabu (28/2). Dia mengatakan istrinya diculik Laube, cukong kayu asal Malaysia saat berobat di Serawak pada 24 Agustus 2004.
Sejauh ini, Juntin tidak mengetahui keberadaan istrinya. Namun sang suami meyakini istrinya masih hidup. Karena itulah, dia berharap Komnas HAM dapat membantu menemukan kembali sang istri. Juntin mengaku tidak pernah terlibat masalah dan tidak terlibat utang piutang dengan Laube. Namun Laube pernah meminta tebusan sebesar 300 Ringgit atau Rp 1 miliar.
Kasus penculikan yang melibatkan warga Malaysia ini sudah dilaporkan ke polisi sejak beberapa tahun silam. Meski demikian, hingga kini, aparat Kepolisian Daerah Kalbar tidak mampu mengungkap kasus penculikan tersebut.(**)
Diposting oleh
I Love Indonesia
di
23.46

