Metrotvnews.com, Ponorogo: Jenazah Suprapto, tenaga kerja Indonesia yang dibawa mobil ambulans tiba di kampung halamannya di Desa Bedi Wetan, Ponorogo, Jawa Tengah. Kedatangan jenazah Suprapto disambut histeris keluarga korban. Nyaitun, ibu korban, histeris saat menerima kedatangan jenazah putranya.
Suprapto bersama dua rekannya yang juga TKI tewas terjatuh dari lantai 14 sebuah apartemen di Kuala Lumpur, Malaysia. Saat itu, Suprapto sedang membersihkan kaca gedung bersama dua rekannya. Tiba-tiba gondola yang mereka gunakan lepas. Ketiganya tewas di tempat kejadian.
Setahun terakhir, Suprapto mengadu nasib di Malaysia sebagai petugas pembersih kaca gedung. Pihak keluarga berharap pemerintah dapat membantu menyelesaikan urusan pembayaran gaji Suprapto yang sudah kurang lebih empat bulan belum dibayarkan.(DEN)
Diposting oleh
I Love Indonesia
di
05.45
Metrotvnews.com, Tanjungbalai Karimun: Kantor Wilayah Bea Cukai Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau, gagalkan penyelundupan 94 ton kayu balak tim. Kayu hendak diselundupkan empat kapal dari Riau ke Malaysia. Keempatnya, kapal motor Julisa Putri bermuatan 40 ton, KM Suprati 15 ton, KM Supi Jaya 20 ton dan KM Ira Jaya 19 ton kayu.
Saat ditemui Metro TV, Senin (31/3), Kepala Kanwil Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Nasar Salim mengatakan keempatnya diringkus di perairan Kepulauan Riau, selama dua pekan terakhir. Menurut Salim, nilai kayu itu mencapai Rp 1 miliar. Kejahatan ini berpotensi merugikan negara sekitar Rp 300 juta.
Kini keempat kapal penyelundup kayu balak tersebut ditahan di dermaga Ketapang, Kanwil Bea Cukai Karimun. Tidak hanya menyita puluhan ton kayu balak. Polisi juga menahan 12 anak buah kapal. Empat di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.(**)
Diposting oleh
I Love Indonesia
di
04.42
Metrotvnews.com, Kalimantan Timur: Kepolisian Daerah Kalimantan Timur memperketat penjagaan di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Langkah ini ditempuh buat mengantisipasi aksi terorisme di perbatasan menyusul rencana kepulangan 300 anggota Jemaah Islamiyah dari Moro, Philipina Selatan.
Polda Kaltim mengerahkan sejumlah peralatan canggih seperti pesawat Sky Trak, helikopter, dan lima kapal cepat antiteror bantuan Amerika Serikat. Operasi lewat udara, darat, dan laut difokuskan di Kabupaten Tarakan, Nunukan, yang menjadi perbatasan Indonesia-Tawau, Malaysia Timur.
Selain terorismen, operasi juga ditujukan untuk mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan trans internasional seperti penyeludupan bahan peledak, senjata api, illegal mining, illegal logging, dan illegal fishing. Polda Kaltim pun mendirikan empat pos apung untuk mengantisipasi perampokan tambak.
Kepala Polda Kaltim Insperktur Jenderal Polisi Indarto mengatakan, sejauh ini belum ditemukan adanya kegiatan terorisme. Tapi Polda Kaltim akan tetap berpatroli di perbatasan.(***)
Diposting oleh
I Love Indonesia
di
04.41
Metrotvnews.com, Tangerang: Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Ahad (30/3), berhasil menggagalkan penyeludupan 9,39 kilogram shabu-shabu yang disembunyikan di dalam 16 tabung water filter. Shabu-shabu tersebut diseludupkan dari Hongkong menuju Jakarta oleh tiga warga negara Malaysia.
Ketiga tersangka berinisial TLH, TSH dan FMY. Ketiganya tiba di Bandara Soekarno-Hatta dengan menggunakan pesawat Cathay Pacific dengan Nomor penerbangan CK 77 pukul 17.00 WIB. Menurut keterangan Kepala Penyidikan dan Penyelidikan Bandara Soekarno-Hatta Eko Darmanto, ketiga tersangka masuk melalui Terminal IID.
Barang-barang mereka, kata Eko Darmanto, kemudian dicurigai setelah masuk ke dalam alat pemindai atau mesin X-ray. Setelah digeledah barulah diketahui mereka membawa shabu-shabu senilai Rp 10 miliar di dalam 16 tabung water filter.
Menurut Eko, para tersangka melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Shabu-shabu senilai Rp 10 miliar dan barang bukti lainnya akan diserahkan ke Polres Bandara Soekarno-Hatta untuk penyelidikan lebih lanjut.(DOR)
Diposting oleh
I Love Indonesia
di
04.40
Metrotvnews.com, Jakarta: Direksi Bank Internasional Indonesia Terbuka (BII Tbk) yakin akuisisi saham BII dari investor Sorak ke Malayan Banking Berhard atau Maybank, akan meningkatkan performa perusahaan dan akan memperkuat bisnis syariah BII.
Menurut Wakil Presiden Direktur BII Sukatmo Padmosukarso, selama ini Maybank dikenal sukses mengembangkan bisnis syariahnya di Malaysia. Namun rencana akuisisi Maybank terhadap BII masih menunggu pembicaraan dengan Bank Indonesia, terkait kepemilikan pemerintah Malaysia di BII dan beberapa bank lainnya di Indonesia. Di antaranya Lippo Bank dan Bank Niaga.
BII sendiri telah mengajukan ke Divisi Pengawasan Bank Indonesia, tapi belum melapor ke Divisi Perizinan Bank Indonesia. Rencana Maybank mengakuisisi BII menyebabkan harga saham BII sempat melonjak cepat, namun kembali stagnan di level Rp 495 per lembar saham.
Maybank berencana akan membeli 55,8 persen dari saham Konsorsium Sorak di BII senilai US$ 1,5 miliar. Sesuai dengan ketentuan, Maybank akan melanjutkan tender offer sisa saham 44,2 persen atau US$ 1,2 miliar.
Dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, BII Tbk menyetujui penetapan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2007 sebesar Rp 202 miliar akan dibagikan dalam bentuk dividen tunai. Menurut Direktur BII Fransiska Oei, dividen tunai ini sebesar 50 persen dari laba bersih perseroan.
Sesuai dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas Pasal 7 Ayat 1, sekitar Rp 4 miliar dari dividen ini akan digunakan sebagai dana cadangan. Sementara sisanya atau sekitar Rp 198 miliar akan dimasukkan sebagai laba ditahan.
Berdasarkan laporan akhir 2007, total aset BII Tbk mencapai Rp 55,1 triliun. Meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 53,1 triliun. Dari sisi pertumbuhan kredit bisnis inti, BII meningkat sebesar 26 persen dari Rp 26,3 triliun pada 2006 menjadi Rp 33 triliun pada 2007.
Sementara Non Performance Loan (NPL) atau kredit bermasalah BII hanya sekitar 2,22 persen. Turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 3,62 persen.(RIZ)
Diposting oleh
I Love Indonesia
di
04.37

