ISTRI PENGUSAHA KAYU KALBAR DICULIK

Metrotvnews.com, Bangkayang: Juntin, pengusaha asal Bengkayang, Kalimantan Barat, melaporkan penculikan istrinya, Nio Midin kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Perwakilan Kalbar, Rabu (28/2). Dia mengatakan istrinya diculik Laube, cukong kayu asal Malaysia saat berobat di Serawak pada 24 Agustus 2004.
Sejauh ini, Juntin tidak mengetahui keberadaan istrinya. Namun sang suami meyakini istrinya masih hidup. Karena itulah, dia berharap Komnas HAM dapat membantu menemukan kembali sang istri. Juntin mengaku tidak pernah terlibat masalah dan tidak terlibat utang piutang dengan Laube. Namun Laube pernah meminta tebusan sebesar 300 Ringgit atau Rp 1 miliar.
Kasus penculikan yang melibatkan warga Malaysia ini sudah dilaporkan ke polisi sejak beberapa tahun silam. Meski demikian, hingga kini, aparat Kepolisian Daerah Kalbar tidak mampu mengungkap kasus penculikan tersebut.(**)

PENYELUNDUP NARKOBA ANTARNEGARA DIBEKUK DI NUNUKAN

Metrotvnews.com, Nunukan: Abdullah, warga Pulau Sekapal, Nunukan Barat, Kalimantan Timur, harus berurusan dengan kepolisian setempat. Abdullah dibekuk karena diduga menjadi sindikat pengear narkoba. Ia disinyalir sebagai penyelund narkoba antarnegara.
Abdullah memang sudah lama menjadi incaran polisi. Ia sudah diburu dalam beberapa bulan terakhir. Abdullah diduga sebagai pengedar narkoba di wilayah Indonesia, Malaysia dan Filipina. Abdullah akhirnya ditangkap saat hendak bertransaksi di Tanjungbatu, Nunukan. Saat ditangkap, Abdullah membawa 32,2 gram shabu-shabu dan sebuah senjata badik. Bahkan, ia sempat mencoba melawan petugas.
Dari penelusuran polisi, tersangka memperoleh narkoba di Kinibalu, Filipina. Barang ilegal itu kemudian dibawa ke Tawau, Malaysia, dan diteruskan ke Pulau Sebatik dengan perahu tradisional dan masuk ke Desa Bambangan. Selanjutnya barang tersebut diedarkan tersangka di Nunukan.
Tersangka kini masih diperiksa intensif di Markas Kepolisian Resor Nunukan. Polisi terus mengembangkan penyidikan terkait keterlibatan tersangka dalam jaringan sindikat narkoba antarnegara. Abdullah akan menghadapi tuntutan berlapis, yakni pelanggaran Undang-undang Psikotropika dan Undang-undang Darurat.(DEN)

INDONESIA-MALAYSIA BENTUK TIM PENYELESAIAN SENGKETA BUDAYA

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat membentuk tim yang beranggotakan sejumlah pakar dari kedua negara untuk menyelesaikan sengketa budaya. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi di Kuala Lumpur, Malaysia, hari ini.
Dalam jumpa pers bersama seusai pertemuan, PM Badawi mengatakan, tim ini akan beranggotakan tujuh orang dari Indonesia dan tujuh dari Malaysia. Mereka adalah para ahli dengan latar belakang keilmuan berbeda, seperti budaya, agama dan ekonomi. Pertemuan SBY dan Badawi di Putrajaya, Kuala Lumpur, itu juga membahas perlakuan terhadap para tenaga kerja Indonesia yang mengadu nasib di Malaysia.
Kunjungan Presiden SBY selama tiga hari ke Malaysia ini untuk memperbaiki hubungan bilateral yang cenderung memburuk selama beberapa bulan terakhir. Salah satunya dipicu tindakan Malaysia yang memanfaatkan seni budaya Indonesia dalam promosi pariwisata. Hal itu mengundang protes dari berbagai kalangan di Indonesia.(DEN)

MALAYSIA BANTAH PEREKRUTAN WNI JADI ASKAR WATANIAH

Metrotvnews.com, Jakarta: Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato Zainal Abidin Zain membantah berita yang menyebutkan Kerajaan Malaysia merekrut warga negara asing, termasuk Indonesia untuk menjadi anggota Askar Wataniah. Demikian disampaikan Zainal dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (19/2).
Zainal menyesalkan isu yang berkembang terkait perekrutan tersebut. Dubes Zainal menduga isu ini diangkat golongan tertentu di Indonesia. Mereka, kata Zainal, berniat merusak hubungan baik kedua negara. Zainal mengakui mungkin ada anggota Askar Wataniah yang berbicara dengan logat suku di Indonesia. Yang bersangkutan, imbuh Zainal, disinyalir WNI yang telah bermukim lama di Malaysia dan menjadi warga negara Malaysia.(**)

BARISAN NASIONAL SIAP MEMENANGKAN PEMILU

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Menjelang pemilihan umum di Malaysia, Barisan Nasional sebagai koalisi dari partai sudah siap bersaing. Barisan Nasional pun dinilai lebih beruntung. Maklum, Barisan Nasional mendapatkan sokongan fasilitas dari politisi yang masih menjabat.
Berdasarkan pantauan Metro TV di Kuala Lumpur, Senin (18/2), ketimpangan antara Barisan Nasional dan koalisi partai oposisi semakin terlihat. Simbol dari Barisan Nasional mendominasi. Bendera mereka terpancang di setiap sudut jalan Ibu Kota Negeri Jiran itu. Sebaliknya, bendera partai oposisi nyaris tidak bisa ditemukan.(DEN)